Sabtu, 30 Agustus 2014

Ungkapan Tanyaku



Ungkapan Tanyaku

Malam yang lalu, malam kemarin, hingga detik malam ini. Selalu ingin aku bertanya, tentang rasa yang semakin hari meluap.
Mungkin, rasa ingin tahu ini tak dapat dibendung lagi.
Padahal, hanya ada satu alasan mengapa aku ingin sekali mengetahuinya. Hanya tentang sebuah rasa, rasa yang bodoh.
Mungkinkah ungkapan tanyaku ini akan terjawab?
Ku terus menunggu dan hanya menunggu, menunggu waktu yang pantas.

Hingga dimalam hariku, ku bertanya.
“Malam demi malam selalu ku ingin ungkapkan tanya, lantas? Pantaskah ku ungkapkan tanya!”
Malam hanya terdiam, sunyi dan sepi tak ada jawaban. Malam selanjutnya, ku bertanya.
“Benarkah? Kau hanya akan selalu berada di kegelapaan itu?”
Malam menambah kesunyainnya, dan esok aku bertanya kembali.
“Apa memang? Ungkapan tanyaku ini tak pantas di ungkapkan untukmu?”
Malam tak menjawab juga.

Di malam yang berbeda lagi, ku ungkapkan Tanya terakhirku.
“Inginkah kau menjawab? Malam? Mengapa kau hanya terus terdiam?”
“Mungkinkah ungkapan tanyaku tak pantas untukmu? Atau aku yang tak pantas untukmu?”
“Sungguhkah benar-benar itu jawabmu? Katakanlah! Katakanlah!”
Malam masih sepi dan sunyi, hanya terdiam didalam kegelapan itu.

Ternyata benar, tanyaku ini tanya yang bodoh dan tak mungkin.
Hanya membuat persoalan yang tak akan bisa di persoalkan. Hanya karena tentang sebuah rasa, yang sesungguhnya memang tak mungkin.
Karena malam hanya bisa terpaku dalam kesepian, kesunyian dan kegelapan yang amat menakutkan.
Hingga hari esok, dia sudah menjadi malam yang tetap begitu.

Rabu, 13 Agustus 2014

Sepenggal Cerita



Sepenggal Cerita

Di malam yang dingin, selalu ku merindu.
Pada bayang -bayang paras wajahmu.
Selalu ku merindumu, yang terpenggal ditengah kisahku.
Selalu ku bertanya, ada apa dengan diriku?

Mengingat kembali, saat kau disini.
Ingin sekali rasanya berdua bersamamu lagi.
Dan kini akupun sendiri, waktu berlalu seakan semua berhenti sampai disini.
Akupun terdiam sendiri tak tahu apa yang akan ku cari.
Kau penggal kisah ini ditengah cerita.
Hingga ini pun tak pantas untuk menjadi sebuah cerita.

Ku coba selalu mencari, namun hanya sampai seutas tali ku tak sanggup.
Selalu berharap, kelak kau kan merasa terbuang seperti ini.
Selalu berharap, datang lagi walau hanya di dalam bayang mimpi.
Selalu berharap, kisah kita nyata dan tidak hanya menjadi sepenggal cerita.

Mengapa semua ini berlalu?
Mengapa ku selalu berharap?
Padahal tak sedikitpun kau mengingat.
Ku hanya bisa percaya, hidup ini akan selalu indah.
Walau tanpa dirimu, dan
Walau hanya sepenggal cerita tentangmu.